Antawacana: Belajar sambil Berwisata

Antawacana merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Alternatif 2B Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan tersebut diselenggarakan di area kelurahan Nongkosawit dan Omah Pang.

Antawacanasendiri secara harfiah dapat di artikan sebagai dialog antar tokoh dalam pewayangan, disini Antawacana dijabarkan sebagaiAn = AnaTa = TandangWa = WarnaCa = CaritaNa = Nalika, secara singat Antawacana merupakan kegiatan wisata berisi sebuah lelakon (wisatawan) yang akan mengalami pengalaman interaksi nyata yang bermacam-macam seperti sebuah alur dalam cerita.Kegiatan Antawacanameliputi Jelajah Alam Sekitar, Dolanan Tradisional anak, dan Workshop Kaos Lukis.

Peserta kegiatan Antawacana merupakan siswa MI di Kelurahan Nongkosawit, disini peserta diajak untuk menjaga lingkungan melalui kegiatan berwisata di ‘OMAH PANG’ yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kelurahan Nongkosawit sendiri.

Amir, koordinator mahasiswa tim KKN UNNES mengatakan bahwa “kegiatan ini merupakan program kerja KKN Alternatif 2B yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kepada siswa pada tingkat Sekolah Dasar guna menjaga lingkungan sekitar, baik itu dari menjaga kebersihan lingkungan maupun melestarikan alam dan budaya sekitar.” Ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Unnes Adakan Panggung Apresiasi Bagi Anak

Kegiatan Antawacana ini dibuka dengan tari Kuntulan yang di tarikan oleh mahasiswa UNNES sendiri, diiringi dengan nyanyian daninstrumen sederhana berupa kentongan dan gong, kemudian peserta dan para mahasiswa bersama-sama bergandengan tangan melingkar sambil menyanyikan lagu ‘Desaku’, dilanjutkan dengan mengenalkan sekaligus belajar memainkan alat musik gamelan Jawa.

Mahasiswa KKN Unnes tengah berlenggok-lenggok menarikan tari kuntulan

Agar siswa tidak merasa bosan mereka juga diajak untuk memainkan permainan tradisional baik menggunakan ataupun tanpa alat seperti ulo-ulo cabe, blarak sempal,  egrang, bakiak, dan gangsing kayu. Sebagai aksi nyata bentuk kepedulian terhadap lingkungan siswa diajak berjalan menuju ke omah pang sambil memungut sampah non organik yang ada di sekitar mereka yang nantinya sampah tersebut akan dijadikan tiket untuk masuk ke omah pang sekaligus tiket untuk mendapatkan kaos untuk dilukis di dalam omah pang.

Disetiap kegiatan peserta diajak untuk melihat dan melestarikan apa yang ada di lingkungannya, seperti dalam kegiatan memainkan alat musik gamelan jawa dan dolanan tradisional anak dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan yang ada di tanah jawa, kegiatan memungut sampah non-organik bertujuan untuk melihat permasalahan sampah di lingkungan kegiatan dan upaya nyata untuk melestarikan lingkungan, serta melukis kaos yang bertujuan untuk menyadarkan para pesertabetapa indahnya lingkungan atau alam yang ada di sekitar mereka sehingga perlu untuk dijaga dan dirawat.

Baca Juga: Peduli Terhadap Lingkungan, Kophi Jateng Lakukan Aksi Cabut Paku

Ika guru MI yang mendampingi para siswanya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa tim KKN UNNES ini, menurutnya kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan memang perlu dilakukan sejak dini, kegiatan kali ini dikemas oleh para mahasiswa dalam bentuk yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi para siswa.

Melalui kegiatan ini, para tim KKN UNNES berharap dapat memberikan edukasi baru di luar sekolah dan menjadi sarana belajar siswa dalam banyak hal. Baik dari belajar tentang menjaga kebersihan lingkungan, belajar mengenal potensi lingkungan tempat tinggal, belajar berkerjasama, sampai belajar untuk melestarikan budaya dan alam lingkungan sekitarnya. (HW)

 

Tim redaksi Suarr.id

About Redaksi

Tim redaksi Suarr.id

View all posts by Redaksi →