Masuk Surga karena Nahwu

Siapa yang tidak kenal Imam Sibawaih?

Nama aslinya adalah Amr ibn Abbas. Lahir di Persia dan besar di Bashra, Irak. Beliau tersohor sebagai tokoh ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu terutama ilmu tata bahasa Arab (Ilmu Nahwu). Beliau lebih sering dipanggil Sibawaih yang dalam bahasa Persia bermakna “buah apel yang wangi” karena aroma tubuhnya mengeluarkan bau segar seperti buah apel. Ada yang mengatakan waktu kecil, kedua pipinya bontot layaknya buah apel.

Beberapa hari setelah beliau meninggal, salah seorang sahabat beliau bermimpi bertemu dengannya. Di dalam mimpi itu, Imam Sibawaih terlihat tengah menikmati kemegahan di alam tempat beliau berada sekarang. Si sahabat melihat beliau sedang memakai pakaian mewah, menyantap aneka rupa hidangan lezat sambil dikelilingi oleh banyak bidadari rupawan di sebuah tempat yang sangat indah mempesona.

Karena penasaran, sahabat itu pun bertanya, “Gerangan apa yang membuatmu menerima kemuliaan sedemikian rupa ini?”

Lantas Imam Sibawaih kemudian menceritakan pengalamannya ketika ditanya oleh malaikat di dalam kubur.

“Setelah malaikat Munkar Nakir menanyakan pertanyaan-pertanyaan kubur yang seluruhnya dapat kujawab dengan baik, kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadaku, ‘Tahukan kamu, perbuatan apa yang membuatmu bisa menjawab semua pertanyaan kami tadi dengan baik?”

Aku mencoba menebak, “Apakah karena ibadahku?”

“Bukan itu!” kata Malaikat.

“Apakah karena ilmuku?”

“Bukan itu juga!”

“Apakah karena karangan-karanganku?”

“Bukan!”

Semua jawaban yang aku sampaikan tidak satu pun yang benar di mata malaikat. Hingga akhirnya aku menyerah karena tidak bisa lagi menerka dan memang sudah tidak tahu lagi jawaban yang sebenarnya.

Kemudian malaikat penjaga kubur itu berkata kepadaku, “Allah Swt. menyelamatkanmu sehingga kamu dapat menjawab semua pertanyaan kubur dengan baik karena pendapatmu yang menyatakan bahwa yang paling ma’rifat dari semua isim ma’rifat adalah lafal jalalah (yakni lafal Allah). Memang benar, Imam Sibawaih berkeyakinan bahwa dari semua jenis isim ma’rifat lafal Allah adalah isim ma’rifat yang paling ma’rifat.”

Beliau dimakamkan di Syiraz, Iran.

Gerbang Utama Makam Imam Sibawaih
Gerbang Utama Makam Imam Sibawaih
Bangunan makam Imam Sibawaih dari dalam
Bangunan makam Imam Sibawaih dari dalam

Diceritakan oleh Asy-Syarwani dalam kitab Hawasyi asy-Syarwani.

Pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Bahasa, Konsentrasi As-Sohafiy (Kewartawanan), Universitas Al Azhar, Mesir. Sekarang bekerja sebagai Guru dan penerjemah buku-buku berbahasa Arab.

About Abdul Majid

Pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Bahasa, Konsentrasi As-Sohafiy (Kewartawanan), Universitas Al Azhar, Mesir. Sekarang bekerja sebagai Guru dan penerjemah buku-buku berbahasa Arab.

View all posts by Abdul Majid →